Palangka Raya/adminmediawkp - Bursa calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) mulai menghangat seiring mendekatnya tahapan pemilihan pimp...
Palangka Raya/adminmediawkp - Bursa calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) mulai menghangat seiring mendekatnya tahapan pemilihan pimpinan perguruan tinggi tersebut. Sejumlah nama mulai diperbincangkan di kalangan civitas akademika, salah satunya Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPR Prof. Dr. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. yang dinilai memiliki kapasitas akademik dan pengalaman yang kuat.
Dinamika ini mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap arah kepemimpinan UPR ke depan. Figur rektor yang akan terpilih diharapkan mampu membawa universitas negeri tertua di Kalimantan Tengah tersebut bersaing di tingkat nasional maupun global.
Menanggapi perkembangan tersebut, Prof. Dr. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. menyampaikan pandangannya terkait arah kepemimpinan UPR. Ia menegaskan bahwa pemimpin baru harus mampu meningkatkan kualitas pendidikan hingga mencapai standar internasional.
“Semoga UPR bisa bersaing di kancah global,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, upaya menuju level global tidak boleh mengabaikan peran universitas dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Tengah. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pencapaian akademik dan kontribusi sosial.
“Dan tetap memberikan berkah bagi masyarakat Kalteng,” tambahnya.
Saat disinggung mengenai peluangnya dalam bursa calon Rektor UPR, Prof. Dr. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. memilih memberikan respons singkat tanpa pernyataan eksplisit. Sikap tersebut justru memunculkan berbagai spekulasi di kalangan civitas akademika terkait kemungkinan keterlibatannya dalam kontestasi.
Seiring dengan itu, perhatian publik mulai tertuju pada rekam jejak akademik dan profesional yang dimiliki oleh sosok tersebut. Prof. Dr. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. dikenal memiliki latar belakang multidisiplin serta pengalaman internasional yang kuat di bidang pariwisata dan kebijakan publik.
Ia meraih gelar doktor (Ph.D.) dari University of Central Lancashire, Inggris, dengan fokus pada kebijakan pariwisata, khususnya pengembangan ekowisata. Selain itu, ia juga menyelesaikan pendidikan Master of Business Administration (M.B.A.) di University of Wolverhampton, Inggris dalam bidang manajemen pariwisata.
Karier akademiknya di Universitas Palangka Raya menunjukkan perkembangan yang konsisten hingga mencapai jabatan Guru Besar di bidang Ilmu Pariwisata. Sebelum menjabat sebagai dekan, ia aktif sebagai dosen dan peneliti yang fokus pada kajian pariwisata serta sosiologi ekonomi.
Dalam kapasitasnya sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPR Prof. Dr. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., ia menginisiasi program “FISIP Progresif” yang bertujuan meningkatkan eksistensi fakultas di tingkat regional hingga internasional. Program tersebut menjadi salah satu upaya konkret dalam memperkuat daya saing institusi.
Selain di bidang akademik, ia juga aktif mendorong mahasiswa untuk berprestasi, termasuk dalam ajang National University Debating Championship (NUDC). Keterlibatannya dalam pembinaan mahasiswa mencerminkan komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia.
Di luar kampus, kiprahnya juga terlihat dalam sektor pariwisata. Sejak tahun 2004, ia telah merintis usaha di bidang perjalanan wisata melalui Barama Tour & Travel. Pengalaman tersebut memperlihatkan integrasi antara teori akademik dan praktik industri yang dijalaninya.
Kontribusinya juga diakui melalui keterlibatan dalam berbagai organisasi dan lembaga. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Association of Indonesian Tour & Travel Agencies (ASITA) Kalimantan Tengah periode 2018–2023 serta aktif dalam Komite Seni dan Budaya Nusantara Kota Palangka Raya.
Selain itu, ia juga dipercaya sebagai pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Palangka Raya sejak tahun 2017. Peran ini memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis daerah.
Perjalanan hidupnya menunjukkan pengalaman lintas daerah yang membentuk perspektif akademik dan profesional. Ia lahir di Jombang, Jawa Timur, kemudian tumbuh dan menempuh pendidikan di Palangka Raya sebelum melanjutkan studi di berbagai kota di Indonesia hingga ke luar negeri.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memahami dinamika pendidikan tinggi serta kebutuhan pembangunan daerah. Pandangan yang menggabungkan perspektif global dan lokal menjadi salah satu karakter yang menonjol dari sosok ini.
Menjelang tahapan resmi pemilihan Rektor UPR, dinamika bursa calon diperkirakan akan semakin berkembang. Publik dan civitas akademika menantikan figur yang mampu membawa UPR menuju visi besar sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Palangka Raya, 12 April 2026/adminmediawkp





