Palangka Raya/adminmediawkp - Sosok pengusaha perhotelan sekaligus tokoh organisasi Kalimantan Tengah, Martin Ludjen , yang lahir pada 27 De...
Palangka Raya/adminmediawkp - Sosok pengusaha perhotelan sekaligus tokoh organisasi Kalimantan Tengah, Martin Ludjen, yang lahir pada 27 Desember 1940, dikenal luas sebagai figur sentral dalam perkembangan industri perhotelan daerah sebelum 2017. Ia tercatat sebagai pemilik sejumlah hotel ternama, antara lain Barito Sweet Shinta Palangka Raya Hotel di Kota Palangka Raya, Hotel Barito Timur di Tarakan, Kalimantan Utara, serta Barito Shinta di Bandung.
Barito Sweet Shinta Palangka Raya Hotel menjadi salah satu ikon perhotelan di ibu kota provinsi pada masanya. Saat ini, kepemilikan gedung telah beralih dan dimanfaatkan oleh Rumah Sakit Siloam Palangka Raya, sementara status kepemilikan tanah tetap berada di tangan keluarga Ludjen. Keberhasilan tersebut menegaskan peran Martin Ludjen sebagai pelaku usaha visioner yang turut membangun wajah sektor jasa dan akomodasi di Kalimantan Tengah.
Di luar kiprah bisnis, Martin Ludjen juga aktif dalam berbagai organisasi sosial, adat, dan kemasyarakatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kalimantan Tengah periode 2017–2022. Selain itu, ia tercatat sebagai mantan Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Kalimantan Tengah, yang memperlihatkan kontribusinya dalam memperkuat jejaring dunia usaha di tingkat regional.
Dedikasinya juga terlihat melalui jabatan Ketua Kerukunan Warga Dusun, Maanyan, dan Lawangan (Dusmala) selama dua periode, yakni 2007–2017. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh Dusmala paling berpengaruh di lingkungan KWD Dusmala. Dalam struktur adat, Martin Ludjen juga menjadi Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah serta Dewan Pembina DPP Angkatan Penerus Perjuangan Gerakan Mandau Talawang Pancasila.
Kontribusinya pada bidang pendidikan dan gerejawi tidak kalah signifikan. Ia pernah menjadi Wakil Ketua PAW Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Eka Sinta Gereja Kalimantan Evangelis (YPTKES GKE) serta Anggota Perwakilan Majelis Sinode GKE Wilayah Pelayanan Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam lingkup keluarga besar, ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Kehormatan di Keluarga Manus Narang Hapakat Group bersama Sang Istri Roshayati Manus Narang yang juga salah satu 13 Dewan Pendiri Keluarga Manus Narang Hapakat Group dan Narang and Brother's memperkuat sinergi usaha dan sosial di internal keluarga besar tersebut.. Adapun di Lingkungannya aktif sebagai Tokoh Masyarakat Kalimantan Tengah dan juga di lingkungan gereja terus dipercayakan sebagai Ketua Majelis Pertimbangan MPH MJ GKE Efrata Bukit Hindu Palangka Raya
Martin Ludjen meninggalkan seorang istri, Roshayati Manus Narang, serta empat orang anak. Putra sulungnya, Dr. dr. Mikko Uria Mapas Ludjen, S.Ked., Sp.Og., M.Ked., M.Kes., menikah dengan Marvisa Parasia Gohong dan dikaruniai tiga anak: dr. Marco Casamaro Ludjen, S.Ked., Marcello Uria Ludjen, dan Manorie Winey Ludjen. - Anak kedua, Tommy Malunyangan Ludjen, A.Md.Par., bersama Kartika Desviyanti, A.Md.Par., memiliki dua anak, Mika Pratama Ludjen dan Rachel Ludjen. - Anak ketiga, Roy Marthin Ludjen, A.Md.Par., menikah dengan Bella dan memiliki seorang putra, Robert Tanriomato Ludjen, - Anak keempat, Bobby Maleh Ludjen, S.T., bersama Titi Juwita, S.E., dikaruniai dua anak, Fidencio Wibyma Ludjen dan Felicia Wibyma Ludjen.
Kabar duka disampaikan langsung oleh Dr. dr. Mikko Uria Mapas Ludjen, S.Ked., Sp.Og., M.Ked., M.Kes. yang menjelaskan bahwa sang ayah mengembuskan napas terakhir pada pukul 07.45 WIB di Rumah Sakit Siloam Palangka Raya. Almarhum sempat menjalani perawatan selama lima hari akibat sejumlah komplikasi penyakit.
Menurut penuturan keluarga, pada 3 Maret almarhum mengeluhkan kurang enak badan disertai diare dan nyeri ulu hati. Ia juga memiliki riwayat penyakit jantung dengan dua penyumbatan dan sempat direncanakan menjalani pemasangan ring di Jakarta. Rencana tersebut tertunda akibat situasi pandemi COVID-19. Dalam proses perawatan, almarhum mengalami serangan jantung dan tidak dapat tertolong.
Prosesi pemakaman dilaksanakan secara kenegaraan melalui protokol COVID-19 dan dimakamkan di taman belakang Rumah Sakit Siloam Palangka Raya sesuai wasiat almarhum. Penghormatan tersebut mencerminkan dedikasi dan kontribusinya bagi daerah.
Ucapan duka mengalir dari berbagai kalangan, termasuk Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Tengah, Dr. Agustin Teras Narang, S.H., M.H. dan juga Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Reinhard Atu Narang, S.E. serta Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Wali Kota dan Wakil Walikota Palangka Raya, Bupati dan Wakil Bupati di seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah, Danrem, Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah, Majelis Adat Dayak Nasional, Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional, para mantan kepala daerah kabupaten dan kota, Kodim Palangka Raya, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, partai politik, hingga tokoh-tokoh nasional. Keluarga besar Manus Narang Hapakat Group dan Narang and Brother’s termasuk dari Sinode Gereja Kalimantan Evangelis, Manajemen Rumah Sakit Siloam Palangka Raya turut menyampaikan penghormatan terakhir.
Kepergian Martin Ludjen meninggalkan jejak panjang dalam dunia usaha, organisasi, adat, dan pelayanan sosial di Kalimantan Tengah. Figur ini dikenang sebagai pribadi pekerja keras, berjejaring luas, serta konsisten membangun relasi lintas sektor demi kemajuan daerah.
Palangka Raya, 11 Februari 2026/adminmediawkp





