Palangka Raya/adminmediawkp - Program Magister Teologi (M.Th) Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE) mulai menunjukkan...
Palangka Raya/adminmediawkp - Program Magister Teologi (M.Th) Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE) mulai menunjukkan peningkatan minat dari kalangan pendeta di lingkungan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE). Program akademik strata dua tersebut dinilai relevan dalam menjawab kompleksitas tantangan pelayanan gerejawi dan dinamika sosial di Kalimantan.
Program Magister Prodi Teologi S2 STT GKE dirancang menekankan kemampuan analisis teologis mahasiswa agar mampu melakukan refleksi dan implementasi pelayanan secara relevan, kreatif, serta responsif terhadap perubahan zaman. Orientasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya partisipasi pendeta aktif dalam melanjutkan studi.
Ketua STT GKE, Pdt. Dr. Sanon, M.Th menjelaskan bahwa kebutuhan penguatan kapasitas teologis di tingkat magister semakin mendesak seiring berkembangnya isu sosial, lingkungan hidup, serta pluralitas budaya di Kalimantan.
“Pelayanan gereja saat ini tidak hanya berkutat pada mimbar dan liturgi, tetapi juga menyentuh persoalan sosial, ekonomi, politik, serta ekologi. Pendidikan magister menjadi instrumen strategis memperdalam refleksi teologis sekaligus memperluas kompetensi metodologis,” ujarnya.
Program Magister Prodi Teologi STT GKE telah terakreditasi berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 4016/SK/BAN-PT/Akred/M/X/2019 tertanggal 22 Oktober 2019. Status akreditasi tersebut memberikan legitimasi akademik sekaligus jaminan mutu penyelenggaraan pendidikan.
Secara konseptual, visi program ini berfokus pada pengembangan pusat pendidikan teologi kontekstual yang mampu memecahkan masalah secara metodologis, logis, kritis, dan sistematis berbasis penelitian, terutama terkait perubahan sosial, lingkungan hidup, serta kebudayaan di Kalimantan. Pendekatan kontekstual tersebut menjadi daya tarik utama bagi pendeta yang bergumul langsung dengan realitas jemaat.
Misi program mencakup penyelenggaraan pendidikan teologi bermutu dan transformatif, penelitian teologi serta sosial budaya, pengabdian masyarakat lintas dimensi kehidupan, hingga pembinaan tenaga pengajar dan pelayan gereja yang memiliki iman teguh serta kompetensi inovatif dan konstruktif.
Menurut Kepala Program Studi Magister, Pdt. Dr. Retni Mulyani, S.Th., M.Si., banyak pendeta GKE merasakan kebutuhan memperdalam metodologi penelitian teologi agar mampu menghasilkan karya ilmiah kontekstual yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik sekaligus aplikatif dalam pelayanan.
“Lulusan diharapkan tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga cakap dalam penelitian dan pengambilan keputusan strategis berbasis nilai kemanusiaan,” jelasnya.
Tujuan program diarahkan untuk menghasilkan akademisi dan pekerja sosial gerejawi yang ahli dalam pengajaran, pembinaan, serta pelayanan gereja. Lulusan juga diproyeksikan mampu menyebarluaskan gagasan teologis kepada masyarakat luas serta mengambil keputusan signifikan dalam konteks pelayanan masing-masing.
Program Magister Teologi STT GKE menawarkan sembilan konsentrasi studi, yaitu Biblika Perjanjian Lama, Biblika Perjanjian Baru, Dogmatika, Etika, Pendidikan Agama Kristen, Misiologi, Pastoral, Historika, dan Agama-agama. Keragaman konsentrasi tersebut memberi ruang spesialisasi sesuai kebutuhan pelayanan dan minat akademik mahasiswa.
Sasaran program mencakup dosen, guru, pelayan dan pemimpin gereja, serta pekerja sosial yang unggul secara akademik serta berintegritas. Banyak pendeta GKE menilai pilihan konsentrasi yang variatif tersebut mempermudah penyesuaian studi dengan bidang pelayanan yang sedang dijalani.
Dari sisi akademik, mahasiswa dinyatakan lulus apabila telah menempuh minimal 44 SKS dengan IPK minimal 3,00. Selain itu, mahasiswa wajib menyelesaikan penulisan serta ujian tesis dengan nilai minimal B atau setara 74, serta memenuhi seluruh kewajiban administratif untuk memperoleh ijazah dan transkrip.
Sejumlah pendeta peserta program menyatakan bahwa studi magister membantu memperluas perspektif pelayanan, terutama dalam merespons isu-isu kontemporer seperti krisis lingkungan, ketimpangan sosial, serta dinamika lintas agama di Kalimantan. Integrasi antara kajian teologi dan penelitian sosial dinilai memperkaya pendekatan pastoral di jemaat.
Meningkatnya minat terhadap Program Magister Teologi STT GKE menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya penguatan kapasitas intelektual dan spiritual pelayan gereja. Pendidikan lanjutan tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun pelayanan gerejawi yang adaptif, reflektif, serta berdaya transformasi.
Palangka Raya, 18 Februari 2026/adminmediawkp





